• Jumat, 18 Mei 2012
Konferensi Lintas Agama

Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran Al-Qur’an

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Senin, 30 Agustus 2010 | 21:34 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo, Pr. (29/8)

Solo – Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang, Minggu sore (29/8) mengadakan jumpa pers tentang gerakan budaya demi kerukunan dan persaudaraan sejati dalam rangka mengecam rencana aksi pembakaran Al-Qur’an di Florida, USA. Selain itu, diadakan pula dialog antar agama-agama mengenai refleksi puasa dengan meghadirkan Romo Aloys Budi Purnomo, H. Muhammad Ngimron dan beberapa tokoh agama lainnya.

Rencananya, aksi pembakaran tersebut akan dilaksanakan pada 11 September 2010 mendatang oleh kelompok Dove World Outreach Center. Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo, Pr mengatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran agama apapun. “Kami mengecam rencana tersebut karena bertentangan dengan ajaran kasih Kristiani dan ajaran kasih setiap agama-agama serta menodai rasa hormat terhadap umat Islam,” ungkapnya.

Sebagai wujud nyata penolakan aksi tersebut, Gereja Katolik tak hanya memberikan pernyataan-pernyataan namun telah membuat gerakan, salah satunya dengan pertemuan lintas agama ini. “Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) atas nama umat Katolik dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) atas nama umat Kristen Protestan telah merencanakan pertemuan dengan Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta agar dapat duduk bersama bertukar pikiran supaya dapat bersama menghargai pebedaan. Rencana ini juga telah disambut baik oleh pihak FPI,” tambahnya.

Romo Budi menjelaskan, dalam Gereja Katolik tidak menolak apapun yang baik, benar, dan suci yang terdapat pada agama lain. “Di kalangan umat Katolik sendiri, gerakan pengecaman ini juga menjadi diskusi, namun dengan semangat pluralisme hendaknya kita semua dapat menemukan sisi yang indah dari setiap perbedaan dan menghadapi segala sesuatu dengan kasih,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Frans Lambut, dari Interfidei Yogyakarta, juga turut berpartisipasi dengan membuat sebuah group di situs jejaring sosial facebook, bernama “Indonesia menentang International Burning Al-Qur’an Day”. Dalam forum tersebut, diharapkan siapa saja dapat mengemukakan pendapatnya dan merenungkan tentang kesatuan hidup beragama di Indonesia. “Kemudian bersama-sama mengambil tindak lanjut yang lebih nyata agar kelompok-kelompok semacam itu tak kian bertumbuh," tambahnya.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Duta damai

    Bahkan dari warga Amerika sendiri, mencaci maki tindakan ini.

  2. fikri

    Gila bener, perbuatan yg tidak dipikir. Perbuatan itu sangat terkutuk, Indonesia wajib mengecam, mencegah dan mengutuk, jangan sampai terjadi aksi pembakaran Alquran.

  3. R Isdiyanto

    Kita semua mengecam tindakan itu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm