Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran Al-Qur’an
Solo – Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang, Minggu sore (29/8) mengadakan jumpa pers tentang gerakan budaya demi kerukunan dan persaudaraan sejati dalam rangka mengecam rencana aksi pembakaran Al-Qur’an di Florida, USA. Selain itu, diadakan pula dialog antar agama-agama mengenai refleksi puasa dengan meghadirkan Romo Aloys Budi Purnomo, H. Muhammad Ngimron dan beberapa tokoh agama lainnya.
Rencananya, aksi pembakaran tersebut akan dilaksanakan pada 11 September 2010 mendatang oleh kelompok Dove World Outreach Center. Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo, Pr mengatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran agama apapun. “Kami mengecam rencana tersebut karena bertentangan dengan ajaran kasih Kristiani dan ajaran kasih setiap agama-agama serta menodai rasa hormat terhadap umat Islam,” ungkapnya.
Sebagai wujud nyata penolakan aksi tersebut, Gereja Katolik tak hanya memberikan pernyataan-pernyataan namun telah membuat gerakan, salah satunya dengan pertemuan lintas agama ini. “Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) atas nama umat Katolik dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) atas nama umat Kristen Protestan telah merencanakan pertemuan dengan Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta agar dapat duduk bersama bertukar pikiran supaya dapat bersama menghargai pebedaan. Rencana ini juga telah disambut baik oleh pihak FPI,” tambahnya.
Romo Budi menjelaskan, dalam Gereja Katolik tidak menolak apapun yang baik, benar, dan suci yang terdapat pada agama lain. “Di kalangan umat Katolik sendiri, gerakan pengecaman ini juga menjadi diskusi, namun dengan semangat pluralisme hendaknya kita semua dapat menemukan sisi yang indah dari setiap perbedaan dan menghadapi segala sesuatu dengan kasih,” ujarnya.
Salah satu tokoh masyarakat, Frans Lambut, dari Interfidei Yogyakarta, juga turut berpartisipasi dengan membuat sebuah group di situs jejaring sosial facebook, bernama “Indonesia menentang International Burning Al-Qur’an Day”. Dalam forum tersebut, diharapkan siapa saja dapat mengemukakan pendapatnya dan merenungkan tentang kesatuan hidup beragama di Indonesia. “Kemudian bersama-sama mengambil tindak lanjut yang lebih nyata agar kelompok-kelompok semacam itu tak kian bertumbuh," tambahnya.
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- Bimo Putranto Berharap Pasoepati Le...
- Jokowi Harap Pasoepati Lebih Santun
- Warung Makan Tidak Berizin Segera D...
- Pendapi Gede Penuh Pasoepati
- Fantastis, Alokasi Layanan Data Tem...
- Layanan Data Kian Jadi Primadona
- Apes, Pekerja Asal Bandung Terlanta...
- Kawan Lama, Menggoda dengan Harga I...
- Pameran Cantik di Bulan Kasih Sayan...
- Sejumlah Pejabat Klaten Dimutasi
- 12 Tenant Mall Paragon Terancam Bat...
- Murtidjono Jadikan TBJT Sebagai Rum...
- TBJT Kenang Murtidjono dengan Doa &...
- Penyempurnaan Mobil Esemka Selesai ...
- Jelang Revitalisasi Pasar, HPPS Gel...
Berita Terpopuler
- Ultah ke-12, Pasoepati Tabuh...
- Jokowi Nonton Musik Rock ke...
- UNS Peringkat 7 Terbaik di...
- Fenomena Langit Terbelah Muncul di...
- Pramekers Siap Hengkang dari...
- Jokowi-Rudy Mulai Kenakan Seragam...
- Demi Pariwisata, Jokowi Siap Lobi...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
- Tengkorak Manusia Gegerkan Warga...
- Sisa Umur Waduk Gajah Mungkur Tak...
- Bangun SCK, Klaten Siap Gelar PON
- SBY Mau Datang, Portal Dibongkar
- Jokowi: Kalau Saya Copot, Jangan...
- Timor Leste Kepincut Kesuksesan...
- Lama Kumpul Kebo, Akhirnya Bisa...

Bahkan dari warga Amerika sendiri, mencaci maki tindakan ini.
Gila bener, perbuatan yg tidak dipikir. Perbuatan itu sangat terkutuk, Indonesia wajib mengecam, mencegah dan mengutuk, jangan sampai terjadi aksi pembakaran Alquran.
Kita semua mengecam tindakan itu
dunia mau kiamat